Geopark Kebumen

Nama Kebumen berasal dari “Kabumian”, yaitu daerah tempat tinggal Kyai Bumi atau Pangeran Bumidirdjo. Kabumian atau biasa disebut ilmu kebumian diharapkan dapat menjadi sumber cahaya ilmu pengetahuan tentang kebumian yang ikhlas menghadirkan keanekaragaman Geologi, Hayati, dan Budaya kepada manusia, ibarat kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Sejarah Geopark Kebumen dapat ditelusuri kembali ke tahun 2004 ketika Presiden Republik Indonesia menetapkan Kawasan Lanskap Karst Gombong Selatan (KBAK) sebagai kawasan pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 2006, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kawasan Karangsambung sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi.


Pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Kebumen mengusulkan pembentukan Geopark Karangsambung – Karangbolong yang kemudian ditetapkan menjadi Geopark Nasional pada tanggal 30 November 2018. Saat itu Geopark Karangsambung – Karangbolong memiliki luas 543.599 Km2 yang meliputi 12 Kecamatan dengan 117 Desa. Kawasan ini meliputi wilayah Utara, Tengah, dan Karst di Selatan dengan morfologi yang bervariasi mulai dari perbukitan, lembah, dataran hingga pantai.


Gambar 13. Logo Kebumen Geopark

(Sumber : https://web.facebook.com/kebumengeopark)


Pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Perbup No. 25 Tahun 2023 berubah nama menjadi Geopark Kebumen. Perubahan ini bertepatan dengan perluasan kawasan geopark dengan luas daratan 1.138,70 kilometer persegi dan luas laut 21,98 kilometer persegi. Di dalam geopark tersebut terdapat 22 kecamatan dengan 374 desa. Salah satu sumber informasi dan publikasi Geopark Kebumen dapat diakses di website resmi dengan alamat https://geoparkkebumen.id/ dimana juga didukung dengan tautan media sosial antara lain :


1. Facebook : https://www.facebook.com/kebumengeopark/

2. Instagram : https://www.instagram.com/kebumengeopark/

3. TikTok : https://www.tiktok.com/@kebumengeopark

4. Twitter : https://twitter.com/Kebumengeopark

5. Youtube : https://www.youtube.com/@GeoparkKebumenOfficial



Gambar 14. Peta Geopark Kebumen

(Sumber : https://geoparkkebumen.id/)


Taman Bumi (Geopark) yang selanjutnya disebut Geopark adalah sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki Situs Warisan Geologi (Geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity), serta dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya. Pengembangan Geopark adalah tata kelola Geopark guna mewujudkan pelestarian Warisan Geologi (Geoheritage), Keragaman Geologi (Geodiversity), Keragaman Hayati (Biodiversity), dan Keragaman Budaya (Cultural Diversity) yang dilakukan bersama-sama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemangku Kepentingan melalui upaya konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.




Gambar 15. Peta Potensi Geopark Kebumen

(Sumber : https://disparbud.kebumenkab.go.id/)


Keragaman Geologi (Geodiversity) adalah gambaran keunikan komponen geologi seperti mineral, batuan, fosil, struktur geologi, dan bentang alam yang menjadi kekayaan hakiki suatu daerah serta keberadaan kekayaan penyebaran, dan keadaannya yang dapat mewakili proses evolusi Geologi daerah tersebut. Warisan Geologi (Geoheritage) adalah Keragaman Geologi (Geodiversity) yang memiliki nilai lebih sebagai suatu warisan karena menjadi rekaman yang pernah atau sedang terjadi di bumi yang karena nilai ilmiahnya tinggi, langka, unik, dan indah, sehingga dapat digunakan untuk keperluan penelitian dan pendidikan kebumian. Situs Warisan Geologi (Geosite) adalah objek Warisan Geologi (Geoheritage) dalam kawasan Geopark dengan ciri khas tertentu baik individual maupun multi objek dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah cerita evolusi pembentukan suatu daerah. Keanekaragaman Hayati (Biodiversity) adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya, daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya.

 

Share:

Related Posts:

           

Artikel Terbaru

Arsip Artikel

Kesenian Jamjaneng

  Jamjaneng atau janeng yang merupakan kesenian asli Kebumen warisan dari jaman penyebaran Islam di Jawa oleh Sunan Kalijogo. Alat musiknya ...