Lambang Kabupaten Kebumen

Lambang Daerah adalah panji kebesaran dan simbol kultural bagi masyarakat Daerah yang mencerminkan kekhasan Daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Logo Daerah adalah suatu gambar dengan arti tertentu, dan mewakili suatu arti dari Daerah yang membutuhkan sesuatu yang singkat dan mudah diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya.


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen nomor 6 tahun 2022 tentang Lambang Daerah, berikut adalah gambar logo resmi Kabupaten Kebumen.

 


Gambar 2. Logo Kabupaten Kebumen

(Sumber : Perda Kabupaten Kebumen nomor 6 tahun 2022)


Bentuk, isi dan warna logo Kabupaten Kebumen mempunyai makna sebagai berikut :


1. Perisai

Bentuk ukuran perbandingan 4:3; dan menggambarkan tekad, semangat dan kesiapsiagaan rakyat untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


2. Bintang bersegi lima

Berwarna kuning emas; dan menggambarkan kepercayaan yang teguh dan luhur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


3. Pegunungan

Melambangkan keteguhan hati, tidak goyah mengalami tantangan alam; dan menggambarkan sebagian Daerah terdiri dari tanah pegunungan.


4. Gua

Berwarna hitam; mencerminkan sifat ketenangan dan kesederhanaan dari rakyat Daerah dalam usahanya mencapai cita-citanya yaitu masyarakat yang adil dan makmur; menggambarkan gua sebagai tempat untuk pusat pendidikan, penelitian ilmu kebumian, wisata berkelanjutan; dan menggambarkan bahwa Kabupaten Kebumen dengan bentang alamnya tersusun oleh gunung-gunung yang dihasilkan oleh tumbukan lempeng yang kemudian terangkat dan menghasilkan proses karstifikasi dan membentuk gua-gua yang digunakan untuk tempat kehidupan burung lawet.


5. Laut

Berwarna biru laut; menggambarkan jiwa perjuangan yang selalu bergelora sepanjang masa, namun penuh dengan kedamaian abadi; dan menggambarkan sebagian Daerah berbatasan dengan Samudera Indonesia.


6. Burung Lawet

Berwarna hitam; menggambarkan suatu pencerminan dari ketekunan dan kegesitan yang penuh dinamika dari rakyat Daerah dalam usahanya untuk membangun Daerahnya; dan berjumlah 2 (dua) menggambarkan kehidupan di alam ini untuk berpasangan, keserasian, keseimbangan dan keharmonisan.


7. Padi Kapas

Jumlah butir padi sebanyak 8 (delapan) yang menunjukkan bulan kemerdekaan dan bulan hari jadi Kabupaten Kebumen; jumlah butir kapas sebanyak 5 (lima) yang menunjukkan lima sila dalam Pancasila; dan menggambarkan cita-cita rakyat Daerah yaitu terwujudnya suatu masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila, murah sandang, murah pangan, dan cukup papan (perumahan).


8. Mata Rantai

Berwarna kuning yang sambung menyambung; jumlah mata rantai sebanyak 17 (tujuh belas) yang menunjukkan tanggal kemerdekaan; dan menggambarkan jiwa dan semangat persatuan yang hidup di kalangan rakyat.


9. Bambu Runcing

Berwarna kuning; terdiri dari sembilan ruas; dan mencerminkan dari sifat kepahlawanan rakyat dalam perang kemerdekaan mempertahankan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


10. Batu bata dan Genteng

Berwarna merah; jumlah batu bata sebanyak 16 (enam belas buah) dan jumlah genteng sebanyak 2(dua) buah; dan menggambarkan bahwa usaha mikro kecil menengah batu bata dan genteng di Daerah Kabupaten Kebumen merupakan sumber penghidupan rakyat, secara simbolis menggambarkan bahwa kecuali sektor pertanian, sektor usaha mikro kecil menengah batu juga merupakan sumber penghasilan rakyat Daerah Kabupaten Kebumen. 

11. Tulisan Bhumi Tirta Praja Mukti

Arti kata Bhumi Tirta Praja Mukti adalah tanah dan air untuk kesejahteraan Bangsa dan Negara. Maksud dan jiwanya menggambarkan bangsa Indonesia pada umumnya dan warga Daerah pada khususnya sangat bersyukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahi tanah yang subur dan air yang berlimpah-limpah. Anugerah yang tidak ternilai harganya itu merupakan nikmat dari Tuhan yang wajib kita manfaatkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan rakyat.


Daerah di bagian Utara terdiri dari tanah pegunungan dengan aneka warna bahan-bahan tambang yang terpendam dan dengan hutan-hutannya yang menjadi sumber mengalirnya sungai-sungai menuju ke daerah persawahan dan tegalan yang subur di sebelah selatannya yang menjadi sumber penghidupan dari sebagian besar rakyatnya. Demikian pula karena anugerah Tuhan maka sebagian besar tanahnya merupakan bahan yang sangat baik untuk membuat batu bata dan genteng sehingga menempatkan Daerah sebagai penghasil batu bata dan genteng yang sejak lama sudah terkenal.


Di sebelah selatan Daerah berbatasan dengan Samudera Indonesia dengan pantainya yang penuh dengan pohon kelapa dengan gua-guanya yang terkenal sebagai penghasil sarang burung yang berkualitas tinggi serta lautnya yang mengandung potensi yang tak 

terhingga.


Kesemuanya itu menimbulkan suatu kewajiban yang luhur pada kita sekalian warga Daerah untuk dengan cipta, rasa, karsa dan karya kita masing-masing selalu tekun dan penuh ketawakalan memanfaatkan modal anugerah Tuhan Yang Maha Esa tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju ke arah cita-cita Bangsa Indonesia yaitu suatu masyarakat yang adil dan makmur yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.


12. Tulisan Kebumen

Berwarna putih dengan garis hitam; dan merupakan penegas bahwa lukisan logo tersebut adalah Logo Daerah.


Keterangan tentang arti warna yang dipergunakan dalam logo yaitu :

1. Biru Laut mempunyai arti kedamaian;

2. Kuning mempunyai arti keluhuran;

3. Kuning emas mempunyai arti keluhuran dan keagungan;

4. Hijau mempunyai arti pengharapan/kesuburan;

5. Hitam mempunyai arti keabadian;

6. Putih mempunyai arti kesucian;

7. Merah mempunyai arti keberanian;

8. Cokelat mempunyai arti potensi kekayaan alam yang terpendam; dan

9. Biru Langit mempunyai arti keluasan wawasan dan kejernihan pikiran.


Jumlah ombak di bagian atas 10 (sepuluh) sedangkan jumlah ombak di bagian bawah 11 (sebelas) bila dijumlahkan menjadi 21 (dua puluh satu) memiliki arti tanggal hari jadi Kabupaten Kebumen; dan Jumlah batu bata 16 (enam belas), jumlah genteng 2 (dua) dan jumlah  ruas bambu runcing 9 (sembilan) memiliki arti tahun hari jadi Kabupaten Kebumen.

 

Share:

Related Posts:

           

Artikel Terbaru

Arsip Artikel

Kesenian Jamjaneng

  Jamjaneng atau janeng yang merupakan kesenian asli Kebumen warisan dari jaman penyebaran Islam di Jawa oleh Sunan Kalijogo. Alat musiknya ...